MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 01 Mei 2018 - 18:09:29 WIB

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Kategori: Lingkungan Diposting oleh : Barox - Dibaca: 637 kali



Purwokerto, MapalaPTM.com (1/5) - Mahasiswa Pecinta Alam Satria (Mapsa) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) akan menyelenggarakan talk show tentang gunung Slamet, Rabu malam (2/5). Kegiatan ini merupakan satu rangkaian edukasi mengenai keadaan Gunung Slamet. Pasalnya, Gunung Slamet saat ini sudah menjadi objek perusakan alam.
 
Gunung Slamet merupakan salah satu gunung terbesar di Jawa Tengah. Secara administratif, Gunung Slamet terletak diantara lima kabupaten, yakni : Banyumas, Purbalingga, Tegal, Brebes, dan Pemalang. Wilayah Banyumas, tepatnya wisata alam Baturaden termasuk kaki gunung Slamet. Termasuk wisata Pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Bagian dari kaki Gunung Slamet di Brebes yaitu wisata Perkebunan Teh Kaligua Kecamatan Paguyangan. Juga Ada kawasan wisata Moga di Kabupaten Pemalang.
 
Gunung Slamet telah memberikan kehidupan pada penduduk. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa Gunung Slamet mempunyai keberkahan tersendiri.  Objek wisata tersebut diatas merupakan bentuk nyata keberkahan dari Gunung Slamet.
 
Nama Slamet diambil dari Bahasa Arab, "salamu" bermakna selamat. Menurut masyarakat sekitar, Keberkahan Gunung Slamet lainya yaitu tidak pernah meletus besar meski kondisi tidak pernah diam. Gunung berapi kerucut ini memiliki ketinggian 3.428 meter diatas permukaan laut. 
 
Gunung Slamet menjadi salah satu Sasaran pendakian paling populer di Jawa, dengan keanekaragaman hayati. Meskipun medanya dikenal cukup sulit, gunung ini masih digemari pendaki. Jarak antara Purwokerto dengan jalur pendakian kawasan Baturaden, jalur selatan, hanya sekitar 15 KM.  Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Gunung aktif ini sering mengalami erupsi skala kecil.
 
Pada Jumat, 14 Maret 2014 sempat terjadi letusan hingga 171 kali. Masih pada bulan Maret, Gunung Slamet menunjukkan aktiitasvnya dengan status waspada.
 
Status kewaspadaan itu kembali bergulir. Kali ini bukan erupsi gunung tetapi ulah rakus manusia. Sebuah proyek besar dengan cara perusakan lereng Selatan Gunung Slamet terjadi secara besar. Perusakan ini dilakukan oleh pemodal melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi.  Hutan yang seharusnya dijaga malah dirusak. Perusakan itu mengakibatkan pengrajin tahu mengalami rugi besar akibat persediaan air bersih minim tikar. Ada juga kerugian peternak ikan di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok mencapai 5 Ton. 
 
Oleh karena itu, Mapsa sebagai pecinta alam akan mengulas bagaimana keadaan Gunung Slamet. Selain kita juga ingin melestarikan alam, secara emosional Mapsa berdekatan dengan wilayah Baturraden. Kerusakan alam sudah sepatutnya kita cegah. Supaya anak cucu kita juga dapat merasakan keberkahan alam, khususnya Gunung Slamet.
 
Candra yang biasa dipanggil Baboy, selaku ketua panitia mengatakan bahwa banyak diantara mahasiswa lain di Indonesia belum mengetahui kondisi Gunung Slamet saat ini. Gunung terbesar kedua di Jawa ini, keadaanya sedang tidak baik. Ia mengatakan bahwa Mapala sebagai garda depan siaga bencana perlu untuk mengedukasi orang-orang disekitar melalui program talk show.
 
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi tentang Gunung Slamet , Cara kita mengedukasi melalui talk show" ungkapnya lagi.
 
Hal senada diungkapkan oleh Kika, selaku hubungan masyarakat Mapsa.  Ia mengatakan bahwa dengan adanya acara talkshow tentang Gunung Slamet, masyarakat bisa lebih peduli tentang kelestarian alam. Masyarakat awam pun bisa mengetahui perkembangan keadaan Gunung Slamet.
 
"Bukan hanya sekedar naik turun gunung, tapi harus mengetahui kondisi alam. Alangkah baiknya sampai ikut menjaga" tuturnya lagi kepada MapalaPTM.com.
 
Kika juga berpesan pada semua mahasiswa pecinta alam agar senantiasa peduli lingkungan sekitar.  Kepekaan terhadap alam seharusnya sudah tertanam dalam jiwa anggota pecinta alam. Mengingat saat ini, pecinta alam hanya sekedar petualangan. Bukan lebih mengarah pada cinta terhadap alam.
 
Agenda ini bakal digelar di depan taman bundaran air mancur UMP.  Agenda ini mengahadirkan narasumber berasal dari pemerhati Slamet. Selain itu ada juga penampilan musik dari Ampas Kopi. Untuk informasi lebih lanjut, saksikan live talkshow kasus Gunung Slamet di akun instagram MapalaPTM.com. 
 
Ngopi Pojok Kampus
Talkshow: "Save Slamet"
Hari: Rabu Malam
Pukul: 20.00 WIB - Selesai
Live di Instagram @MapalaPTM
 
#Narasumber:
Mapala Se-Purwokerto
Palupi - Mahasiswi Aktivis Lingkungan
Aliansi Massa Rakyat Pekerja Seni Kontra Penindasan
#Live Accoustic Reggae Music Bersama Artis2 Republik Ngapak
 
 
Salam Lestari! 
 
 
 
Kontributor : Shulhuddin
Editor     : Barox
 
 
-Media Petualang Indonesia-
Hastag #Mapala #MapalaPTM
#Facebook : MapalaPTM.com
#Twitter  : @MapalaPTM
#INstagram: @MapalPTM
#Youtube  : MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun
Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan-kegiatan Organisasinya,
petualanganya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam, dan Artikel
ingin dimasukan ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM@gmail.com, 
Silahkan tulisanya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox
ke Fanspage halaman MapalaPTM.com yang di facebook.
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal 
di portal MapalaPTM.com, agar para penulis bisa langsung memposting
artikelnya sendiri ke Media Petualang Indonesia MapalaPTM.com, diharpkan 
mengirimkan dalam bentuk artikel berita + famplet berbentuk landscape
untuk judul beritanya.
 
Yuuuuuukk Mari Menulis, Berbagi itu Indah. . . . . 





Berita Terkait


Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia
End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia
Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta
Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau
Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang



IP Anda Adalah: 54.80.68.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2860937)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47133)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (44323)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33823)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (32379)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30945)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30293)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30274)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25845)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25771)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24449)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22335)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20915)

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest

Para Pendaki Gunung Alpen Swiss Meninggal Dunia Akibat Terjebak Cuaca Buruk

Mapala Satria UMP Siap Gelar Talk Show Dampak Mega Proyek PLTPB Terhadap Hutan Lindung Gunung Slamet

Pemutaran Film dan Diskusi Asimteris Dalam Rangka Memperingati Hari Bumi Se-Dunia

End Plastic Pollution, Tema Peringatan Hari Bumi Se-Dunia

Pecinta Alam Sebagai Ekskul Pembentukan Karakter, Anies Dukung Eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani