MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 22 April 2016 - 01:21:55 WIB

Tips Pengemasan Barang (Packing) Untuk Pendakian Gunung

Kategori: Tips & Trik Diposting oleh : Usman Azis - Dibaca: 2401 kali



Purworejo, MapalaPTM.Com (22/4) - Kegiatan mendaki gunung pada saat ini bukanlah suatu Hobi yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang atau komunitas, saat ini Hobi yang bisa dibilang “mudah” bisa dilakukan siapa saja. 
 
Dari anak kecil sampai orang tua yang berlatar belakang disiplin ilmu berbeda-beda sudah bisa menjajaki dan menapaki kaki nya di Puncak-puncak Gunung tinggi di Indonesia. Demam mendaki gunung mulai marak pada awal tahun 2013 saat pasca perilisan Film yang berhasil menyihir para penonton dan berhasil mengekspose keindahan Puncak Para Dewa tersebut. 
 
Namun, apapun latar belakang disiplin ilmu mu dan apapun tujuan mu jangan lupa bawa turun kembali sampah mu ya...
 
Kali ini penulis akan berbagi tips bagaimana cara mengemas barang bawaan saat mendaki gunung.
 
Dalam kegiatan pendakian pastinya kita sudah tidak asing dengan barang untuk menampung semua keperluan kita saat medaki, ada yang menyebut Tas gunung, Carrier, Carril, daypack, ringback dll. 
 
Whatever atau terserah apa penyebutan kalian yang pasti barang ini salah satu barang yang sangat penting ketika kita ingin mendaki dan ngecamp untuk beberapa hari.
 
1. Pilih Carrier, daypack, ringbag yang tepat.
Kenapa harus tepat? Karena bicara soal Carrier sama seperti memilih pasangan hidup, pilihlah Carrier yang membuatmu nyaman selama perjalanan, tidak membebani kamu dan selalu menemani mu saat sedang tertinggal oleh rombongan, hehe... 
 
Pilih Carrier yang ringan, kuat dan sesuai kebutuhan medan yang akan kamu hadapi. Ada yang mengatakan mengemas Carrier itu adalah suatu seni, kerapihan packing adalah cerminan diri dan kenyamanan saat membawa Carrier juga tergantung dari Packing kalian. So, jangan lupakan bagian ini ya!
 
2. Menempatkan barang bawaan pada tempat yang tepat.
Kenapa ada kata tepat lagi? Karena salah menempatkan barang bawaan akan berpengaruh pada kenyamanan saat menggendong Carrier tersebut. 
 
- Tempatkan barang-barang yang relative ringan dan penggunaannya tidak setiap waktu atau urgent pada posisi paling bawah atau dasar Carrier. 
 
Contoh barang-barang ini adalah Sleeping bag, pakaian ganti dan kain-kain lainnya yang tidak kamu pakai setiap waktu. Agar Carrier terlihat berbentuk (tidak mleyot-mleyot) sebaiknya pergunakan Matras untuk membentuk Carrier tersebut di dalamnya.
 
- Untuk barang-barang yang beratnya ringan menuju sedang tempatkan diatas barang-barang yang ringan tadi.
 
Contoh barang-barang yang beratnya sedang ini seperti logistic makanan dan peralatan masak (kompor gas lapangan, kompor paraffin, trangia, gas, botol spirtus dll).
 
- Usahakan barang-barang yang relative mempunyai beban lebih berat ditempatkan di sekitaran pundak atau punggung agar posisi tumpuan berat tersebut memudahkan kita dalam perjalanan. 
 
Jika tumpukan barang-barang yang berat itu di tempatkan di bagian bawah Carrier akan menyulitkan si Pendaki itu sendiri khususnya saat proses melewati jalur yang terjal dan membuat perjalanan tidak nyaman. Contoh barang-barang yang ditempatkan dibagian atas atau bertumpuan pada punggung adalah botol air minum/ jerigen air.
 
- Nah, untuk posisi paling atas diusahakan ditempati oleh barang-barang yang sangat urgent digunakan atau bisa digunakan diwaktu yang mendesak. 
 
Contoh barang-barang ini adalah Jas hujan, P3K, senter dll. Mengapa jas hujan ditempatkan di posisi paling atas? Itu karena jika suatu saat hujan mendadak, kita bisa langsung membatasi kebasahan yang disebabkan oleh hujan dengan mantol yang ditempatkan paling atas. 
 
Berbeda bila mantol atau jas hujan itu ditempatkan dibagian paling bawah, bisa teman-teman banyangkan bukan apa efeknya bisa tiba-tiba hujan deras? 
 
3. Gunakan Plastik Packing.
Nah, jangan lupa. Biasakan memakai plastic packing untuk mengemas semua barang-barang yang akan dibawa. Meskipun sudah ada Cover Bag tapi alangkah lebih baiknya jika kita melindungi barang-barang didalam Carrier kita dengan plastic packing untuk menghindari basahnya barang-barang tersebut oleh hujan.
 
4.Manfaatkan ruang kosong yang ada di dalam Carrier.
Buatlah Carrier mu tidak mubazir, dari luar terlihat Carrier mu sangat penuh tapi ketika diangkat terasa ringan.
 
Manfaatkanlah ruang-ruang kecil yang tersisa seperti Nasting bisa diisi dengan beras dan sebagainya lalu box makanan untuk menaruh telur dan sebagainya.
 
5. Gunakan Ringbag yang efisien.
Ringbag atau tas kecil disini mempunyai fungsi yang vital, ringbag biasanya dijadikan tempat untuk menaruh barang-barang survival kit seperti korek, jarum, benang dan kaca. 
 
Survival kit sangatlah penting karena bisa juga untuk menempatkan kamera, buku bacaan, dompet, alat tulis dan barang-barang yang bentuknya kecil.
 
Nah itulah sedikit sharing dari penulis, hal-ha diatas hanya bersifat tips loh ya, boleh dipakai boleh tidak. 
 
Jika tips dari penulis itu ada yang kurang, boleh dong ditambahkan oleh para sobat alam yang membaca dan jika tips dari penulis salah tolong dibenarkan ya! 
 
Kita sharing ilmu bersama disini. Selamat menjalankan ibadah Gunung, tetap utamakan keselamatan dan jangan lupa bawa turun kembali sampahmu . Ingat, Puncak hanyalah bonus dan kembali ke rumah adalah tujuan utama.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Usman Azis - Mapasuri, Univ. Muhammadiyah Purworejo
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com





Berita Terkait


Peringati Hari Bumi Aliansi Mapala Universitas Sriwijaya
Mapala Arga Dahana UMK Fasilitasi Ratusan Siswa SD Kirim Surat Ke Jokowi
Lomba Kebut Gunung Gempa Untan Ajang Silaturahmi Pecinta Alam Se-Kalimantan
Gunung Sindoro Menunjukkan Aktivitas Vulkanik, Pendaki Dilarang Mendekat
Mapala Unisi UII Jogja Ikut Lomba SAR Internasional Di Turki



IP Anda Adalah: 54.224.102.26

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2803066)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46219)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (40833)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (32866)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30045)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29521)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29071)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (28744)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (24846)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23650)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (22909)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20502)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20059)

Jelang Milad ke-X, Mapalamu Luwuk Banggai Sulawesi Tengah Gelar Berbagai Kegiatan

Kerinci, Atap Sumatera Mempesona Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Manfaatkan momen Car Free Day, MAPALA UMRI lakukan kegiatan ini

Anggota UPL MPA Unsoed Purwokerto Buka Jalur Pendakian di Gunung Slamet via Penakir

Keluarga Besar Mapala Muhammadiyah Se-Indonesia Ucapkan Selamat Milad Kepada Muhammadiyah Ke-105

Jenasah Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Membusuk, Diperkirakan Meninggal Lebih dari Sebulan

Yogyakarta Siap Gelar Kejurnas Panjat Tebing XVI Untuk Jaring Atlet Potensial

GEMAPALA WIGWAM FH UNSRI sukses adakan kegiatan MUSI RIVER CAMP

Mengenal Lebih Dekat Pencinta Alam di Kota Sejuta Bunga, Mapala "SULFUR" UNTIDAR Magelang

II-Outfest, Pameran Aktivitas Outdoor Terbesar akan Meriahkan Pertama Kalinya di Kota Makassar

Kongres IV Pecinta Alam Bandung Raya Rekomendasikan Forum Nasional Pecinta Alam Indonesia

Membentuk Karakter Pemuda Lewat Pendidikan Dasar KPA Summit Adventure

Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Menggapai Puncak Rantemario, Latimojong