MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Jumat, 06 Mei 2016 - 20:36:20 WIB

Imapala Uhamka Meneliti Anekaragam Hayati Hutan Kota Jakarta

Kategori: Flora dan Fauna Diposting oleh : Intan Purnama Sari - Dibaca: 1851 kali



Jakarta, MapalaPTM.Com (6/5) - Acara yang bertemakan BIODIVERSITAS HUTAN KOTA ini dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 29 sampai 30 April 2016.


Dihari pertama berlangsung acara Campus Go Green, seminar tentang keanekaragaman hayati (biodiversitas) dan pengamatan keanekaragaman hayati di Hutan Kota Kopassus.

 

Lalu dihari kedua acara kreasi kaos tie dye dan Pengamatan keanekaragaman hayati di Hutan Kota Dukuh pada tanggal 29 April – 30 April 2016.

Rangkaian acara yang dilakukan seperti Campus Go Green, Pengamatan keanekaragaman hayati (biodiversitas) di Hutan Kota Kopassus Cijantung dilaksanakan di hari pertama.

 

Campus Go Green yang diselenggarakan di Kampus B FKIP UHAMKA ini adalah dengan cara mematikan kendaraan bermotor para mahasiswa / mahasiswi UHAMKA dan dosen UHAMKA. Serta yang mengendarai sepeda ke kampus juga bagian dari acara Campus Go Green.

 

Persiapan yang dilakukan untuk pengamatan seperti alat – alat binokuler / teropong, buku tentang keanekaragaman hayati (biodiversitas), dan kamera untuk mendokumentasikan hasil pengamatan yang dilihat. Tidak lupa juga alat tulis dan buku tulis untuk mencatat hasil pengamatan yang didapat


Sebelum para peserta menuju ke Hutan Kota Kopassus, Para peserta diberi pengetahuan dan pengarahan tentang keanekaragaman hayati (biodiversitas) Hutan Kota.

 

Pengetahuan yang disampaikan oleh 3 pemateri ditujukan bagi peserta seminar agar lebih dapat memahami pengetahuan tentang Biodiversitas Hutan Kota cara menggunakan binokuler / teropong tersebut.

 

Dirasa cukup untuk pengarahan awal, peserta pun mulai pergi menuju lokasi Hutan Kota Kopassus. Di Hutan Kota Kopassus para peserta mengamati keanekaragaman hayati yang ada disana.

 

Setelah mengamati para peserta pun berhasil menemukan beberapajenis hewan yang ada di Hutan Kota Kopassus seperti jenis burung, seperti Emprie (lonchura sp), Prenjak (prinia sp), Bondol (lanchura sp) dan Kutilang (pycnonotus surigaster).

 

Sedangkan jenis-jenis hewan lainnya seperti Kadal (mabuia sp), Tikus (raffus sp), dan beberapa jenis serangga meliputi Kupu kuning, Belalang, Kalajengking dan berbagai jenis lainnya.

Setelah dari pagi acara seminar dan workshop di Hutan Kota Kopassus pun selesai Hari kedua acara seminar dan workshop keanekaragaman hayati (biodiversitas) Hutan Kota Dukuh dilaksanakan.

 

Peserta mulai registrasi ulang pukul 8 pagi, Antusias peserta pun masih sangat tinggiuntuk mengetahui keanekaragaman hayati yang ada di Hutan Kota Dukuh.

Kegiatan yang dilakukan adalah kreasi kaos tie dye. Kreasi kaos ini peserta menyiapkan kaos putih polos. Panitia menyiapkan pewarna pakaian, air, serta karet gelang.

 

Pemanfaatan kaos bekas yang masih bisa dipakai adalah salah satu carauntuk mendaur ulang kembali pakaian yang sebelumnya tidak terpakai menjadi dapat dipakai kembalidengan kreasi sendiriyang indah.

Selesai acara kreasi kaos tie dye, dilanjutkan kembali pengamatan keanekaragaman hayati yang ada di Hutan Kota Dukuh. 

 

Para peserta berhasil menemukan beberapa jenis hewan yang ada ada seperti Kutilang (pycnonotus surigaster) ,Tikus (raffus sp) dan lainnya

Setelah selesai mencatat hasil pengamatan, sharing bersama dua pendamping dan pemateri dilakukan. Saling berbagi dan bertukar informasi tentang daftar keanekaragaman hayati yang didapat setiap kelompok.

 

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh pemateri, peserta, dan panitia. Menanam berbagai jenis pohon di Hutan Kota Dukuh guna tetap menjaga dan menambah koleksi jenis pohon yang ada disana. Lokasi kegiatan yang dilakukan ada tiga tempat.

 

Pertama Seminar BIODIVERSITAS di Kampus B FKIP Pasar Rebo, Tempat kedua di Hutan Kota Kopassus dan tempat ketiga di Hutan Kota Dukuh Jakarta Timur.

Tempat tersebut dipilih karena ingin lebih mengetahui keanekaragaman hayati yang ada disekitaran Hutan Kota khususnya di wilayah Jakarta Timur.

 

Setelah mengetahui macam-macam kenaekaragaman hayati yang terdapat disana, masyarakat pun diharapkan dapat lebih peduli untuk menjaga keanekaragaman hayati yang ada disekitarnya.

Pemateri yang ditampilkan sangat berkompetensi di bidangnya, Pemateri pertama yaitu Ahmad Baihaqi. Beliau adalah alumni mahasiswa Fakultas Biologi di Universitas Nasional, Beliau juga seorang aktivis lingkungan hidup khususnya pada bidang Biodiversitas .

Pemateri kedua yaitu Agus P.Darma, Beliau adalah seoarang dosen Biologi di Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) tengah melanjutkan S2 nya di Institut Pertanian Bogor (IPB) .

Pemateri ketiga yaitu Fadlik Al-Iman, Beliau adalah seorang aktivis lingkungan hidup. Pemateri keempat yaitu Dewi Ayu Anindita. Beliau adalah seorang mahasiswi Fakultas Biologi di Universitas Nasional dan juga sebagai aktivis di komunitas Burung

Kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dan mahasiswi UHAMKA dari berbagai fakultas. Seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Kesehatan, Geografi, Fakultas Gizi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Karena ilmu keanekaragaman hayati dapat dipelajari dari berbagai latar belakang setiap orang, Maka antusias kegiatan ini sangat menarik perhatian peserta.

Semoga dengan adanya kegiatan ini menjadi stimulus bagi para pemuda khususnya, untuk lebih dapat mengetahui keanekargaman hayati yang ada di Hutan Kota. Sehingga dapat peduli dengan alam sekitar, Salam.

 

 

 

 

 

 

 

Kontributor: Intan - Imapala Uhamka Jakarta

 

-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang yang hobby menulis dan ingin dimasukan ke Portal MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com





Berita Terkait


Wartawan Terjatuh Di Ketinggian 25m Saat Meliput Eksotisnya Luweng Jaran, Pacitan
Demo WALHI di COP21, Tuding Pemerintah Tak serius Jaga Kelestarian Hutan
Madapala Jogjakarta Gelar Lomba Orientering 26 Desember
Penghancuran Hutan Hujan Tropis Kalimantan Via Drone (Live Video)
Gunung Latimojong Dan Bunga Nepenthes Eustchya



IP Anda Adalah: 54.81.110.186

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2883055)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47421)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (45234)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (34159)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (34142)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (31259)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30750)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30515)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (26969)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (26254)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24684)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22980)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (21208)

Sukses Gelar Try Out 1 Tim Ekspedisi Soedirman Semakin Dekat Dengan Pendakian Ke Aconcagua

Persiapan menuju Astacala Telkom University Expedition (ATEX) 2018

TARANTULA ADVENTURE Adakan Pengabdian Masyarakat di Jembatan Edukasi Siluk

Mapala Satria UM Purwokerto Siap Gelar Kompetisi Panjat Dinding Se-Jawa Bali Sumatra 2018

Buka Bersama dan Talkshow "Kompetensi dan Sertifikasi dalam Bidang Pecinta Alam"

GEMAPALA BBC Cirebon Akan Menggelar Festival Ramadhan 2018

GUNUNG BUKAN MILIK KALANGAN DAN GOLONGAN.

Derita Para Petani Salingka Gunung Talang Terkait Konflik Mega Proyek PLTPB Geothermal

Dua Srikandi Gapai Puncak Gunung Tertinggi Dunia di Everest, Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia

Predator Sebagai Penunjang Ekosistem

Jelang Ramadhan, PMPA KOMPOS FP UNS Gelar Donor Darah

Indofest 2018 Jakarta Telah Mulai Dibuka, Pagelaran Festival Outdoor Terbesar di Indonesia

Tim Putri Indonesia asal Mahitala Unpar Bandung Menunggu Waktu Menuju Puncak Everest