MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Minggu, 08 Mei 2016 - 08:18:30 WIB

Stop Penangkapan, Perdagangan dan Pembunuhan Burung Migran

Kategori: Flora dan Fauna Diposting oleh : Fadlik Al Iman - Dibaca: 1144 kali



Jakarta, MapalaPTM.Com (8/5) - Berbagai klub pemerhati burung di Jakarta dan sekitarnya berkolaborasi menggelar sebuah seminar bertajuk “Stop The Illegal Killing, Taking, And Trade Of Migratory  Birds” di Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 7 Mei 2016.
 
Seminar yang dalam Bahasa Indonesia bertema “Hentikan Penangkapan, Perdagangan Dan Pembunuhan Burung Migran” merupakan aksi nyata untuk mengurangi ancaman terhadap satwa terutama burung.
 
Seminar untuk perluasan penyadartahuan masyarakat ini diselenggarakan oleh KKSHL Comata UI, BBC Ardea UNAS, KPB Nyctycorax UNJ, KPB Nectarinia UIN Jakarta dan Burung Nusantara.
 
Di sesi pertama bertindak sebagai narasumber kedua ialah Dwi Adhiasto dari Wildlife Crime Unit, Wildlife Conservation Society Indonesia  Program (WCS IP). 
 
Dwi mengangkat data tentang populasi satwa yang dilindungi. Dari paparan Dwi terungkap bahwa data burung migran yang ditangkap secara illegal belum banyak yang ketahui. Perhatian untuk pelestarian burung migran belum optimal.
 
Setelah dua pembicara dari sesi pertama selesai, sesi kedua diisi oleh dua pembicara. Pembicara pertama ialah Gunawan dari Yayasan Konservasi Elang Indonesia. 
 
Gunawan menjelaskan bahwa raptor atau burung pemangsa ada yang menetap dan ada yang termasuk burung migran. 
 
“Perdagangan raptor terjadi hampir di seluruh Indonesia. Mereka yang memiliki raptor mempunyai tujuan yang beragam. Ada yang karena hobi atau kebanggaan, ada yang karena ikut-ikutan, ada yang karena didapat sebagai kenang-kenangan, ada yang memelihara raptor karena tidak sengaja dan ada yang memelihara karena kasihan.” Gunawan mengungkap penjualan satwa melalui media sosial terjadi secara masif. 
 
“Raptor diperdagangkan dengan harga dari seratus lima puluh ribu Rupiah sampai empat juta Rupiah. Ada 123 jenis. 8 jenis di antaranya ialah raptor yang termasuk burung migrasi.” Tambah Gunawan.
 
Pembicara kedua di sesi kedua ialah Yus Rusila Noor dari Wetland International – Indonesia Program. Yus menjelaskan dalam penyelamatan burung migran harus ada kerjasama lintas negara. 
 
Yus memberi contoh adanya perjanjian antara Jepang dengan Australia untuk perlindungan burung migran yang disebut JAMBA (Japan Australia Migratory Bird Agreement). 
 
“Jepang sebagai negara asal dan Australia sebagai negara tujuan burung migrasi. Tetapi masalah yang menimpa burung migrasi terjadi di negara yang dilewati burung migrasi seperti Indonesia.” Papar Yus. 
 
Yus menambahkan penjelasan kompleksitas permasalahan perlindungan burung migran yang terkait dengan kepentingan masing-masing negara. 
 
“Jepang marah bila burung migrasinya terusik namun juga negara lain mengecam Jepang yang tidak mau meratifikasi perlindungan terhadap satwa paus. Jepang alergi dengan perlindungan paus,” jelasnya.
 
Dari seminar ini memberi pesan bahwa Negara dan Masyarakat pemangku kepentingan harus menjaga kelestarian burung migran.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Fadlik Al Iman

-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang yang hobby menulis dan ingin dimasukan ke Portal MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com





Berita Terkait


Willem Sigar Nyasar Saat Pendakian Ke-11 di Gunung Argopuro
12 Pendaki Gunung Lawu Sempat Dikabarkan Hilang, Akhirnya Selamat
Heru Meninggal Akibat Sesak Nafas Saat Turun Dari Gunung Ijen
Tidak Disiplin, Sampah Pendaki Kian Memburuk di Lereng Semeru
Raung, Willem Sigar Selesaikan pendakian Ke-10 dari 50 Gunung



IP Anda Adalah: 54.224.100.134

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852724)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43926)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31990)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30858)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25534)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22085)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20815)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest