MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 09 Mei 2016 - 17:24:22 WIB

Pendaki Gunung Harus Banyak Belajar Dengan Kucing Saat Buang Kotoran

Kategori: Berita Diposting oleh : Kiki - Dibaca: 2063 kali



Lombok, MapalaPTM.Com (9/5) - Saat mendaki gunung menjadi sebuah gaya hidup, berbagai sisi positif muncul. Mulai dari perekonomian masyarakat di sekitar gunung, jasa travel, hingga kecintaan pada alam yang semakin tinggi.
 
Tapi di sisi lain, kemunculan pendaki pemula yang belum mengerti cara mencintai dan berperilaku di gunung memunculkan kekhawatiran. Sampah plastik dan kotoran manusia banyak berserak di gunung.
 
Seperti saat libur panjang awal Mei ini, beberapa pendaki gunung mengisahkan pengalaman mereka akan kondisi gunung yang mengkhawatirkan.
 
"Di bukit-bukit di semak di Gunung Prau (Jawa Tengah) banyak tisu dan kotoran manusia. Baunya nggak tahan sampai mau muntah," jelas Nurjo, yang naik gunung bersama rekan-rekannya saat berbincang, Senin (9/5/2016).
 
Tak hanya di Prau, di Gunung Rinjani di NTB, kotoran manusia juga banyak terdapat di semak-semak. Setidaknya saat melangkah di jalur setapak, mesti berhati-hati. Banyak pendaki yang buang kotoran manusia sembarangan.
 
Semestinya, para pendaki gunung mengikuti cara kucing saat buang air. Menggali tanah, kemudian menguburnya kembali ketika selesai. 
 
"Bila di jalur pendakian ingin buang air, cari lokasi agak jauh dari jalur dan tentu aman dari hewan berbahaya. Cari semak-semak yang bisa dipijak, kemudian keduk tanahnya hingga pas, lalu selesai hajat cuci dengan tisu dan buang di lubang juga. Setelah itu tutup dengan tanah lagi," jelas Nurjo, pria berusia 38 tahun yang setahun dua kali naik gunung ini sejak SMA.
 
Agar mudah menggali gunung, bisa membawa alat untuk menggali atau ranting. Menggali lubang dan mengubur kembali dengan tanah akan membantu keasrian gunung.
 
"Sekarang ini banyak pendaki yang belum siap. Mendaki harus menjaga dan mencintai alam, itu poinnya," ujar Nurjo yang juga menjadi driver Go-Jek ini. Sedang untuk sampah plastik, harus dibawa kembali turun. Ingat dengan jelas kalimat sakti para pendaki 'jangan tinggalkan apapun di gunung, kecuali jejak kaki'. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Detik
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com atau inbox page MapalaPTM.Com yang di facebook. 
 
Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com





Berita Terkait


Bali Akan Gelar Lomba Marathon Sepeda Gunung di Gunung Batur 29 Mei
Cerpen: Doa Ibu Menyertai Masuk Menjadi Anggota Pecinta Alam
Liburan Panjang, Ratusan Pendaki Memadati Gunung Arjuna
Gunung Semeru Tembus 5.442 Pendaki Sejak dibukanya 1 Mei 2016
Liburan Panjang, Gunung Ijen Tembus 3.500 Pendaki



IP Anda Adalah: 54.90.202.184

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2833656)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46728)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42979)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33410)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30956)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30550)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29931)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29807)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25317)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24668)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24098)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21439)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20526)

Warsito Ditemukan Selamat Setelah Menghilang 4 Hari di Lereng Gunung Merapi

Nagapala SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Musang Ke-II

Eko Pasem, Siap Menahkodai Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang

Canyoning: Olahraga Extreme yang Memacu Adrenalin

Wadah Kompetisi Orienteering Bergengsi- METALA Mengadakan Event Lomba Nasional MOC III

Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest

Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung

Diksar Mapala Gempa STKIP Muhammadiyah Sorong Angkatan XII Lahirkan Endemic Camp

Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Lahirkan Penulis Masa Depan, METALA FEB UMS Gelar Pelatihan Jurnalis Bagi Seluruh Anggota

Evakuasi Pendaki Gunung Raung Terhambat Akibat Cuaca Buruk

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi