MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Selasa, 10 Mei 2016 - 16:26:19 WIB

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani

Kategori: Berita Diposting oleh : puput - Dibaca: 20821 kali



MapalaPTM.Com (10/5) - Musibah yang menimpa Ike Susesta Adelia (25), meninggalkan kesedihan mendalam bagi teman-teman terdekatnya.
 
Banyak yang tak menyangka musibah tersebut menimpa gadis yang saat ini tercatat sebagai pegawai di KPP Pratama Lubuklinggau sebagai Pelaksana Seksi Pemeriksaan.
 
Dioba Nur Fahmite, teman semasa menempuh pendidikan di SMA Negeri 13 Palembang mengatakan, ia cukup terkejut akan berita duka yang menimpa temannya tersebut.
 
"Informasi pertama didapat dari grup WA SMA, lalu grup kantor juga. Awalnya ga yakin karena nama yang tertera di pemberitaan simpang siur, Ika pendaki asal Palembang," tuturnya, Selasa (10/5/2016).
 
Dikatakan Dioba, Ike yang ia kenal adalah sosok yang periang dan memang sedikit tomboy.
 
"Anaknya periang kalau ketemu selalu senyum, sejak SMA ia agak tomboy memang bahkan ikut ekskul Patroli Keamanan Sekolah (PKS), dari SMA ia juga aktif di organisasi," jelasnya.
 
Masih dikatakan Dioba, ia terakhir bertemu dengan Ike dua bulan lalu, tepatnya pada resepsi pernikahan temannya.
 
"Terakhir dua bulan lalu, sejak lulus SMA dan sibuk kuliah dan kerja kita cuma ketemunya kalau lagi ada nikahan.Sisanya cuma di grup medsos," ujarnya.
 
Meski ia mengaku cukup mengenal Ike, namun Dioba mengatakan, ia baru mengetahui hobi Ike yang suka naik gunung.
 
"Kalau naik gunung saya baru tahu mbak," jelas pria yang bekerja di KPP Pratama Kuala Tungkal, Jambi ini.
 
Mendapatkan kabar duka tersebut, rencananya Dioba dan rekan almarhumah Ike akan turut hadir pada saat pemakaman dan juga takziah.
 
"Pastinya akan datang, karena baik acara resepsi dan juga berita duka teman-teman kompak untuk selalu menghadirinya," tegasnya.
 
Ike Susesta Adelia, merupakan pendaki asal Palembang, Sumatera Selatan, yang tewas saat berada di pemandian air panas Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.
 
Ike tercatat bekerja di KPP Pratama Lubuklinggau sebagai Pelaksana Seksi Pemeriksaan, setelah dirinya diterima dalam rekrutmen pegawai pada 2015 lalu.
 
Kepala Pos Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sembalun, Kabupaten Lombok Timur Mustaan saat di telepon dari Mataram, Senin (9/5), membenarkan tewasnya satu orang pendaki perempuan asal Palembang, Sumatra Selatan itu.
 
Kata dia, korban ditemukan meninggal dunia dalam posisi mengambang di lokasi pemandian Aik Kalak (Air Panas), tidak jauh dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani pada Senin (9/5) pukul 10.00 Wita. "Sebelum meninggal, Ika dilaporkan menghilang oleh salah satu rekan korban yang mendatangi Pos TNGR, Sembalun, sekitar pukul 18.15 Wita, Ahad malam (8/5)," katanya.
 
Mustaan menjelaskan, berdasarkan laporan teman korban, Ika diketahui berendam di Air Panas (Aik Kalak) pada Ahad malam (8/5) sekitar pukul 17.00. Saat itu, korban berendam bersama lima rekan korban yang juga perempuan.
 
Namun, saat kejadian informasinya korban seperti ditarik dari dalam air, begitu juga dengan rekan korban. Dari lima orang yang berendam, empat dapat diselamatkan, sedangkan Ika sudah tenggelam dan tidak berhasil diselamatkan.
 
"Sempat dicari tapi tidak ditemukan sama rekan korban," ujarnya.
 
Mustaan mengatakan begitu mendapat kabar tersebut, pihaknya langsung menghubungi Basarnas NTB, termasuk aparat kepolisian. Saat ini, kata dia, Tim Basarnas bersama kepolisian, TNI, TNGR, dan porter sedang dalam perjalanan menuju Danau Segara Anak, Gunung Rinjani untuk melakukan evakuasi terhadap jasad korban.
 
"Kalau sudah berhasil di evakuasi, nanti tim akan membawa jenazah korban melalui jalur, Senaru yang berada di Kabupaten Lombok Utara," jelasnya.
 
Diperkirakan jasad korban baru bisa di evakuasi nanti malam dan diperkirakan akan sampai di Pos Senaru, Lombok Utara pada, Selasa pagi (10/5). Mengingat, lokasi Aik Kalak, Danau Segara Anak berada pada ketinggian 2.008 meter diatas permukaan air laut (mdpl).
 
Lebih lanjut, Mustaan mengungkapkan korban diketahui mendaki Gunung Rinjani, sejak Jumat pagi (6/5) bersama 26 temannya. Namun, diakui Mustaan, korban bersama rekan-rekannya ternyata masuk mendaki ke Gunung Rinjani tidak terigistrasi di Pos TNGR, Sembalun.
 
"Setelah kita cek buku registrasi, ternyata tidak ada nama korban dan teman-temanya. Kita menduga mereka masuk untuk mendaki Gunung Rinjani tidak resmi atau melalui jalur tikus," ungkap Mustaan.
 
Humas Basarnas NTB Putu Cakra Ningrat, membenarkan meninggalnya pendaki perempuan asal Palembang tersebut.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Antara - Sriwijaya
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com atau inbox page MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com






Berita Terkait


17 Mei, Unesco Observasi Ke Gunung Rinjani Untuk Menjadikan Geopark Dunia
Persiapan TWKM ke-28 Mapala UMI Makassar Survey di Sungai Bili-bili
15 Hari, Willem Sigar Mulai Pendakian ke-13 Gunung Penanggungan di Mojokerto
Proses Evakuasi Pendaki Palembang di Gunung Rinjani Terkendala Cuaca
Pendaki Gunung Rinjani Asal Palembang Tewas di Pemandian Air Panas



IP Anda Adalah: 54.91.171.137

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2809349)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46444)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (41530)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33115)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30266)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29702)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29321)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (29315)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25037)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23850)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (23418)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (20821)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20280)

Awal Januari 2018, Jalur Pendakian Gunung Prau Mulai Ditutup Selama Tiga Bulan Kedepan

MapalaPTM.com dan Mapala di Indonesia Ucapkan Selamat Hari Gunung Se-Dunia

Sekretaris Diktilitbang Muhammadiyah: "Kita Ingin Melibatkan 173 Kampus PTM di SARMMI"

Salju Abadi Carstensz Pyramid Hadir di Jogja Outdoor Show, Segera Kunjungi Sebelum Penutupan

Keseimbangan Ekologi Kawasan Karst, Karfapala Unkhair Gelar Kemah Konservasi Karst

Jogja Night Run, Siap Ramaikan Jogja Outdoor Show Malam Ini

Dinas Lingkungan Hidup Bersama PKK Kota Prabumulih Mengadakan Sosialiasi Pengelolahan Sampah (3R)

MUBLOC V, Makopala Universitas Budi Luhur Jakarta Siap Gelar Kejuaraan Orienteering di TMII

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Mulai Dibuka Kembali per 9 Desember Hingga Akhir Tahun

Komik Lucu Si Otong: Mila, Si Pendaki Kece Berniat Menggapai 7 Summits Indonesia

Segera Kunjungi, Gebyar Diskon Jogja Outdoor Show di GOR Universitas Negeri Yogyakarta

Puncak Para Dewa "Mahameru", Berhasil Digapai Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days

Pagi ini, Gunung Agung Kembali Erupsi Hingga Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 2.100 Meter