MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 14 Mei 2016 - 07:55:22 WIB

Netizen Salah Bully Ke Pendaki Karena Cabut Bunga di Oro-oro Ombo Semeru

Kategori: Backpacker Diposting oleh : puput - Dibaca: 13855 kali



Oro-oro Ombo, MapalaPTM.Com (14/5) - Pendaki perempuan dengan membawa bunga berwarna ungu itu di-bully netizen, Ini karena ia mencabut bunga berwarna ungu itu dinilai benar.
 
Namun, bunga tersebut bukanlah bunga lavender yang layak dilestarikan, melainkan bunga Verbena brasiliensisvel.
 
Keputusan mencabut bunga verbena dinilai benar lantaran bunga verbena menyimpan ancaman ekologis, Bunga verbena mempunyai karakteristik menyerap banyak air dengan sangat cepat. 
 
Oleh karena itu, jika perkembangannya tidak dikendalikan, ekosistem di sekitarnya terancam punah.
 
Bunga verbena memang banyak tumbuh di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Oro-oro Ombo. Keberadaan bunga verbana telah mengalahkan ekosistem asli sebelumnya.
 
Hingga saat ini bunga verbana telah menguasai sedikitnya 20 hektar kawasan Oro-oro Ombo.
 
Kekeliruan netizen telah mem-bully bermula dari akun Instagram bernama @husna_kasdela yang mem-posting foto pendaki perempuan yang sedang membopong bunga berwarna ungu. Sialnya, si pengunggah menambahkan catatan, “naaaaah lavender”.
 
Mendadak sontak foto itu mendapat respons dari banyak pengguna Instagram. Mereka yang menyangka bunga itu adalah bunga lavender yang patut dilestarikan, tak segan mem-bully. 
 
Seperti pada akun @alfendhawp yang menuliskan, “KELAKUAN yang tidak bisa diCONTOH!!!!!!”. Serta masih banyak komentar yang menyalahkan foto pendaki tersebut.
 
Komentar dalam foto di Instagram tersebut memang bisa dikatakan “jahat” dan mengundang banyak perhatian. 
 
 
Padahal pengunggah asli mencantumkan tulisan, “Nampaknya memang manis seperti bunga lavender, tapi yang sebenarnya bunga bernama Verbena brasiliensis bukanlah bunga yang ramah.
 
Bunga yang satu ini bisa menyerap kadar air dari tanaman sekitar, salah satunya penyebab bunga Edelweis mati. Jadi sangat direkomendasikan oleh taman nasional untuk dicabut. 
 
Nah buat yang punya bakat selfie injak-injak tanaman boleh mampir ke sana biar tanaman hama disana cepat mati,” tulisnya.
 
Tampaknya netizen harus lebih cerdas dalam membubuhkan komentar menanggapi sesuatu. Jika tidak ingin malu, pahami dulu sebelum berkomentar.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: TobaSatu
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com atau inbox page MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com





Berita Terkait


Gunung Arjuno-Welirang Tembus 700 Pendaki Selama Liburan Panjang
Vandalisme Pendaki Tiongkok Corat-coret di Bebatuan Gunung Everest
Hari 18, Willem Sigar Kejar Pendakian ke-18 Gunung Lawu via Cemoro Sewu
Kebun Sawit ditengah Taman Nasional Hutan Lindung pasca Kebakaran
Gempa Untan Wakili Kalbar dalam XPDC Taman Negara Mulu, Malaysia



IP Anda Adalah: 54.198.164.83

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852763)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43932)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31991)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30860)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22087)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20816)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest