MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Sabtu, 14 Mei 2016 - 11:40:24 WIB

Ekspedisi Biota Medica di TNBD Jambi Bersama Mapala Stacia Jakarta

Kategori: News Diposting oleh : Tari Hutabarat - Dibaca: 1143 kali



Jambi, MapalaPTM.Com (14/5) - Ekspedisi ini mengangkat nama “Ekspedisi Biota Medica” yang berartikan perjalanan untuk lebih mengetahui lebih dekat tumbuhan obat-obatan di sekitar kita guna melahirkan ilmuwan yang berwawasan lingkungan yaitu pengamatan tumbuhan obat yang digunakan oleh suku anak dalam atau orang rimba, guna mengenalkan tumbuhan obat tradisional dan khasiatnya yang sudah mulai terlupakan oleh masyarakat kalangan umum. 
 
Khususnya tumbuhan etnobotani yaitu jelutung yang dilindungi di dalam Taman Nasional Bukit Duabelas tentang perhutanan lindung yang kekayaan cagar biosfernya masih alami. 
Tumbuhan jelutung yang Kami angkat dalam “Ekspedisi Biota Medica” guna mengetahui manfaat dan khasiat dari tumbuhan jelutung sendiri. 
 
Jelutung merupakan tumbuhan endemis di Taman Nasional Bukit Duabelas yang sudah mulai punah, persebaran jelutung sendiri mencakup wilayah Sumatera dan Kalimantan yang letaknya di taman-taman nasional hutan primer dan hutan sekunder. 
 
Orang rimba menggunakan getah jelutung untuk mengobati luka yang terkena racun atau gigitan hewan berbisa dan buahnya sebagai obat nyamuk bakar bagi orang rimba itu sendiri. 
 
Sementara daun dan akarnya masih belum diketahui manfaat dan khasiatnya, Selain itu juga observasi tentang tumbuhan obat lainnya yang digunakan oleh orang rimba untuk mengetahui lebih jauh khasiat dan cara pemakaian-nya.
 
Sejak dulu kala orang rimba ini sudah menggunakan tumbuhan obat yang tumbuh alami di daerah tempat tinggalnya, konon mereka mendapatkan pengetahuan mengenai tumbuhan obat itu setelah mereka mendapat mimpi pada malam hari dan pengetahuan turun-menurun dari nenek moyang nya. 
 
Di taman nasional bukit duabelas sendiri sudah terdapat demplot tumbuhan obat yang berada di zona dua, yang dulunya dipercayai oleh orang rimba tempat untuk peranokan atau tempat melahirkan bagi orang rimba. 
 
Demplot tanaman obat terbagi menjadi enam blok, yang masing-masing bloknya terdapat kurang lebih 20 jenis tumbuhan obat, diantaranya pasak bumi, silu, cermen, kedondong tunjuk, kayu selusuh, pengundur urat, akokobu, dan masih banyak lagi yang lainnya. 
 
Tumbuhan obat itu sendiri tersebar luas di luar demplot tumbuhan obat yang berada di Taman Nasional Bukit Dua belas dan sekitarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Tari Hutabarat - Mapala Stacia, Jakarta
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com

Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com atau inbox page MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Netizen Salah Bully Ke Pendaki Karena Cabut Bunga di Oro-oro Ombo Semeru
Gunung Arjuno-Welirang Tembus 700 Pendaki Selama Liburan Panjang
Vandalisme Pendaki Tiongkok Corat-coret di Bebatuan Gunung Everest
Hari 18, Willem Sigar Kejar Pendakian ke-18 Gunung Lawu via Cemoro Sewu
Kebun Sawit ditengah Taman Nasional Hutan Lindung pasca Kebakaran



IP Anda Adalah: 54.198.164.83

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852763)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43932)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31991)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30860)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25536)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22087)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20816)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest