MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 25 Mei 2016 - 21:03:47 WIB

Cerita Survivor Semeru Bertahan hidup hingga ditemukan Tim SAR

Kategori: Backpacker Diposting oleh : puput - Dibaca: 10305 kali



Semeru, MapalaPTM.Com (25/5) - Ada kisah dramatis yang dialami dua survivor pendaki, masing-masing Zirli Gita Ayu Safitri (17) dan Supyadi (27) pendaki asal Cirebon selama tersesat di puncak Gunung Semeru. 
 
Selama lima hari lamanya, mereka harus mempertahankan hidup di tengah ganasnya medan di puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. 
 
Supyadi salah-seorang pendaki setelah berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan, Rabu (25/5/2016) dinihari menceritakan jika Supyadi bersama Zirli mendaki bersama empat rombongan lainnya dari Cirebon yang masih terhitung saudara. 
 
Mereka mendaki sejak Selasa (17/5/2016), berangkat dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo dan sehari kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Kalimati. Di Kalimati, rombongan ini sempat beristirahat sehari sebelum melanjutkan perjalanannya menuju puncak Mahameru. 
 
Pada Kamis (19/5/2016), rombongan kembali melanjutkan perjalanannya menuju puncak. Sesampainya di batas vegetasi, dua pendaki sakit lalu turun ke Kalimati. Perjalanan dilanjutkan ke Watugede, dan dua pendaki lainnya menyusul sakit dan memilih bertahan dengan mendirikan dome di sana. 
 
Sedangkan, Supyadi bersama Zirli yang kondisinya lebih fit memilih untuk menaklukan puncak gunung dengan ketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut untuk yang pertama kalinya. Namun Supyadi dan Zirli malah tersesat saat turun dari puncak. Mereka rupanya tersesat setelah jalur pendakian tertutup kabut. 
 
"Jalur pendakian tertutup kabut, hingga saya bersama Zirli melenceng dari rute turun seharusnya. Dan perjalanan turun itu mengarahkan kami ke wilayah Blank 75 selama sehari perjalanan. Disana, kami harus berusaha untuk menembus kawasan jurang curam itu dengan alat seadanya," paparnya. 
 
Saat tersesat, mereka juga sempat memberikan tanda berupa lima batu, hanya saja tertutup embun. Tanda lainnya adalah bekas bungkus makanan dan bekas perapian yang tidak berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan. 
 
Lebih lanjut diceritakannya, jurang dengan kedalaman sekitar 75 meter tersebut harus dituruni dengan memanfaatkan potongan bambu dan rotan. Potongan bambu dijadikan alat untuk merosot turun. Sedangkan, Zirli diikat badannya dengan rotan agar tidak sampai terjatuh.
 
Namun sebelum sampai dasar jurang, kedua pendaki ini terpeleset dan akhirnya terjatuh juga. Mereka sempat beberapa kali terjatuh, diantaranya di kawasan Blank 27 dan di Antrukan atau Patok B. Akibatnya, kaki Zirli terluka meski tidak terlalu serius. Sedangkan Supyadi sendiri juga mengalami luka retak di bagian kakinya namun tak dirasakan. Setelah memastikan kondisi mereka sanggup melanjutkan perjalanan, di benak Supyadi bersama Zirli adalah menemukan sumber mata air. 
 
Sebab, perbekalan air yang mereka miliki juga telah habis. Beruntung, keduanya menemukan air terjun Gunung Boto hingga dengan sumber kehidupan itulah survivor pendaki ini bisa mempertahankan hidup hingga lima hari tersesat di Semeru. Untuk asupan makanan, mereka memanfaatkan apa yang ada di hutan seperti daun, buah, ares hingga rotan muda. 
 
Supyadi bersama Zirli pun memilih bertahan di air terjun Gunung Boto tersebut, menunggu upaya evakuasi dari Tim SAR. Ini setelah mereka sempat mengirimkan SMS kepada keluarga dan sempat berkomunikasi meski sepatah dengan Tim SAR gabungan. Apalagi, di lokasi air terjun Gunung Boto, keduanya juga melihat adanya bekas perapian sehingga yakin lokasi tersebut pernah dijejaki sebelumnya. 
 
Selama bertahan hidup, Supyadi juga tetap berupaya mencari pertolongan dengan naik ke bukit kedua di Gunung Boto dan berkali-kali berteriak. Teriakan itulah yang akhirnya terdengar oleh Tim SAR gabungan. 
 
"Pukul 21.00 WIB, kami sebenarnya telah mendengar suara teriakan survivor dari jarak dua bukit. Teriakan itu terdengar sekali saja. Namun, kami (Tim SAR gabungan, red) memutuskan beristirahat dan melanjutkan pencarian pukul 05.00 WIB keesokan harinya," kata Irwan Feri, Komandan Sru Basarnas. 
 
Pencarian itu dilakukan dengan berteriak-teriak memanggil survivor. Sampai akhirnya, Supyadi dan Zirli Ayu Gita Safitri ditemukan berada di air terjun dengan ketinggian 1.500 mdpl. Saat ditemukan, posisi kedua korban lemas. Namun pertemuan itu seolah menggugah semangat hidup Supyadi dan Zirli hingga mereka pun bersujud syukur. 
 
"Secara psikologis, keduanya sempat depresi dan putus asa. Karena naik maupun turun mereka juga tidak bisa. Apalagi selama tersesat tidak ada titik terang pencarian. Secara fisik, mereka juga mengalami luka lecet di kakinya," papar Irwan Feri. 
 
Namun begitu bertemu Tim SAR gabungan, kondisi psikologis keduanya mulai terbangun hingga selama evakuasi turun terlihat wajah yang ceria dan bahkan sempat beberapa kali foto selfi. Setelah tiba di Pos Tawon Songo dan dievakuasi ke RSD dr Haryoto, dinihari tadi Supyadi sempat menjalani perawatan sebentar saja. Ia langsung dibawa keluarga kembali ke kampungnya. 
 
Namun, Zirli sempat menjalani perawatan di ruang Asoka rumah sakit terbesar di Kota Pisang ini. Paginya, keluarga memilihpulang paksa dan langsung meninggalkan Lumajang menuju Cirebon. 
 
Didik, kakak dari Supyadi yang juga berstatus paman dari Zirli Ayu Gita Safitri di RSD dr Haryoto Lumajang menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu pencarian keluarganyua tersebut. 
 
"Atas kerja keras pencarian selama beberapa hari ini, terima kasih saya smapaikan atas nama keluarga. Terima kasih juga kepada rekan-rekan jurnalis yang mengabarkan informasinya dengan cepat hingga keluarga juga tahu peristiwa ini," demikian tutur Didik.
 
 
 
 
 
Sumber: SuaraSurabaya
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Page facebook: MapalaPTM.Com
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: mapalaptm@gmail.com atau inbox page MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


2 Survivor Semeru asal Cirebon Sudah dibawa Pulang Keluarganya
BTNGL: Hanya Tersisa 100 Harimau Sumatera di Gunung Leuser
Seorang Pecinta Alam Adalah Orang yang Bahagia
LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat
Wakil Bupati Dukung Telusur Goa & Panjat Tebing TWKM 28 di Maros



IP Anda Adalah: 54.90.202.184

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2833658)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46728)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42979)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33410)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30956)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30550)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29931)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29807)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25317)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24668)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24098)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21439)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20526)

Warsito Ditemukan Selamat Setelah Menghilang 4 Hari di Lereng Gunung Merapi

Nagapala SMK Negeri 2 Kabupaten Tangerang Sukses Gelar Musang Ke-II

Eko Pasem, Siap Menahkodai Mapala Mahesa Universitas Muhammadiyah Tangerang

Canyoning: Olahraga Extreme yang Memacu Adrenalin

Wadah Kompetisi Orienteering Bergengsi- METALA Mengadakan Event Lomba Nasional MOC III

Jumlah Pendaki dari Tibet Menurun Drastis, China Ubah Ketinggian Gunung Everest

Debit Air Cisadane Meluap, Banjir Kiriman Mengancam Bibit Mangrove di Tanjung Burung

Diksar Mapala Gempa STKIP Muhammadiyah Sorong Angkatan XII Lahirkan Endemic Camp

Evakuasi Pendaki Hilang yang Telah Meninggal di Puncak Tusuk Gigi Gunung Raung

Lahirkan Penulis Masa Depan, METALA FEB UMS Gelar Pelatihan Jurnalis Bagi Seluruh Anggota

Evakuasi Pendaki Gunung Raung Terhambat Akibat Cuaca Buruk

Gelar Mabim Rafting, Mapala Mahesa Mendapat Tanggapan Pelatih FAJI Kota Tangerang

Pendaki yang Hilang di Gunung Raung Telah ditemukan Meninggal di Puncak Tusuk Gigi