MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Rabu, 01 Juni 2016 - 23:34:34 WIB

Penyu, Fauna Yang Tergusur Keberadaannya

Kategori: Flora dan Fauna Diposting oleh : Kiki - Dibaca: 1262 kali



MapalaPTM.Com (1/6) - Penyu merupakan jenis satwa yang termasuk dalam kelompok vertebrata kelas reptilia. Satwa warisan purbakala ini keberadaannya sudah ada sejak akhir zaman Jurassic (150-208) juta tahun yang lalu atau seusia dengan dinosaurus yang masih ada keberadaannya hingga saat ini. 
 
Penyu termasuk penyelam yang tangguh, meskipun bernafas dengan paru – paru satwa ini mampu menghirup oksigen di dalam  air dan mempunyai sifat penegembara atau sering disebut juga dengan satwa migran, karena penyu selalu bermigrasi dalam jarak ribuan kilometer untuk mencari makanan ataupun untuk berkembang biak atau bertelur. 
 
Penyu mempunyai keunikan – keunikan tersendiri di bandingkan dengan hewan – hewan lainnya. 
 
Tubuh penyu terbungkus oleh tempurung atau kerapas keras yang berbentuk pipih serta dilapisi zat tanduk. Kerapas tersebut mempunyai fungsi sebagai pelindung  alami  dari  predator. 
 
Penutup pada bagian dada dan perut disebut  dengan plastron. Cirri khas penyu secara morfologis terletak pada terdapatnya sisik infra  marginal ( sisik yang menghubungkan antara kerapas dengan plastron ) dan terdapat alat gerak berupa flipper. 
 
Flipper bagian depan berfungsi sebagai alat dayung dan flipper bagian belakang berfungsi sebagai alat kemudi. Penyu mempunyai alat pencernaan luar yang keras, untuk mempermudah menghancurkan, memotong dan mengunyah makanan.
 
Didunia terdapat tujuh jenis penyu yang tersebar diperairan tropika dan subtropika, lima jenis diantaranya terdapat di Indonesia. 
 
Jenis – jenis penyu tersebut  adalah penyu hijau ( Chelonia mydas ), Penyu sisik ( Eretmochelys imbricate ), Penyu lekang kempi ( Lepidochelys kempi ), Penyu lekang ( Lepidochelys olivacea ), penyu pipih ( Natator depressus ), penyu tempayan ( Caretta caretta ), Penyu belimbing ( Dermochelys coriacea ). 
 
Penyu belimbimg adalah penyu yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2,75 Meter dan bobot 600 – 900 Kilogram. 
Sedangkan penyu terkecil adalah penyu lekang, dengan  bobot  sekitar 50 Kilogram.
 
Satwa ini menghabiskan waktunya di laut bahkan hampir tidak pernah menuju daratan kecuali jika hendak bertelur. 
 
Induk penyu bertelur  dalam siklus 2 – 4 tahun sekali, yang akan datang ke pantai hingga 4 – 7 kali. Umumya penyu bertelur pada  malam hari dan telurnya diletakkan pada lubang yang telah digali oleh induk penyu tersebut.
 
Setelah 45 – 60 hari hari masa inkubasi, Tukik ( Sebutan anak penyu ) mulai muncul dari sarangnya dan mulai berlari menuju laut untuk memulai kehidupan yang baru. 
 
Beberapa  ahli mengatakan dari 1000 tukik hanya akan ada satu tukik yang mampu bertahan hidup hingga dewasa. 
 
Tingkat keberhasilan hidup tukik sampai usia dewasa sangat  rendah para ahli mengatakan bahwa hanya sekitar 1 – 2% saja dari jumlah telur yang dihaslilkan, karena banyak mengalami  hambatan dalam  perkembangbiakannya baik dari faktor alam maupun manusia. 
 
Telur penyu ketika didalam sarang sering dimakan oleh kucing hutan, biawak, anjing, babi hutan dan dilaut tukik sering dimakan oleh ikan atau predator lainnya. 
 
Tetapi penghambat terbesar adalah datang dari faktor manusia yang mengambil  telur dari sarangnya untuk di perjualbelikan maupun  di konsumsi langsung  ataupun penangkapan penyu dewasa yang sering dilakukan oleh manusia untuk diambil dagingnya, tempurung dan sisiknya yang dapat digunakan untuk bahan perhiasan dan alat rumah tangga lainnya. 
 
Hal ini lah yang menjadi ancaman besar bagi populasi penyu di Indonesia maupun didunia.
 
Badan ketentuan CITES ( Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Flora And Fauna ), semua jenis penyu laut telah dimasukkan dalam appendix 1 yang artinya perdagangan internasional penyu untuk tujuan komersil dilarang. 
 
Badan konervasi dunia IUCN memasukkan penyu sisik dalam daftar spesies yang sangat terancam punah dikarenakan tingginya perburuan liar untuk diperdagangkan baik dalam bentuk telur, daging maupun bagian tubuhnya dan  kasus ini masih terjadi di beberapa daerah hingga saat ini. 
 
Disusul dengan penyu hijau, penyu lekang dan penyu tempayan yang populasinya mulai berkurang.
 
Semua jenis penyu laut di Indonesia telah dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Segala bentuk perdagangan penyu dalam keadaan hidup, mati maupun bagian tubuhnya itu dilarang. 
 
Menurut Undang – Undang  No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, perdagangan ( Penjual dan Pembeli )satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp. 100.000.000,-. 
 
Pemanfaatan satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan.
 
Jika perburuan satwa ini terus berlanjut secara pesat dan tidak dihentikan maka diprediksi penyu belimbing akan punah dalam 10 tahun mendatang dan penyu sisik akan hilang dalam waktu 7 tahun mendatang serta nasib penyu hijau juga tidak akan jauh berbeda. 
 
Hilangnya penyu berarti hilanglah manfaat yang ada pada penyu dan hilangnya keseimbbangan ekosistem dilaut. 
 
Sudah saatnya kita bergerak dan menciptakan kesadaran bahwa menjaga keberadaan satwa ini sangatlah penting, mengingat satwa ini mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan salah satunya adalah menjaga keseimbangan ekosistem dilaut dan termasuk satwa yang dilindungi Undang – Undang. 
 
Upaya yang dapat kita lakukan dalam menciptakan kesadaran dalam menjaga keberadaan satwa ini diantaranya, turut serta mendukung koservasi laut, tidak membuang sampah plastik dan benda – benda berbahaya lainnya ke dalam laut karena jenis penyu  tertentu dapat salah mengartikan bahwa sampah plastik sebagai makanan mereka yaitu ubur – ubur. 
 
Sehingga menyebabkkan sakit atau kematian penyu yang memakannya, tidak mengambil telur penyu, tidak mengkonsumsi daging penyu, tidak memperjual belikan  penyu, tidak memakai barang  - barang yang terbuat dari cangkang penyu, menjaga kelestarian terumbu  karang karena terumbu karang yang sehat merupakan tempat  makan dan tempat  tinggal penyu. 
 
Semoga kita selalu sadar bahwa keberadaan penyu akan mempengaruhi kesejahteraan makhluk hidup lainnya serta Penindakan hukum secara  tegas juga sangat diperlukan untuk menyadarkan mereka yang masih saja memburu keberadaan satwa tersebut dan setiap warga negara yang tinggal dinegara ini harus lah bekerja sama dan berperan aktif dalam upaya perlindungan penyu. 
 
#Saveourturtle
 
 
 
 
 
 
Kontributor: Erdy Pranoto
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Fanspage @facebook: MapalaPTM.Com
#Hastag: #MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


Qori, Buktikan Cewek Mapala Juga Bisa Menjadi Juara Model Muslimah
Mendebarkan, Gorila Serang Bocah 7Thn Saat Jatuh diKandangnya (Video)
Mapala Se-Sumut & DPRD Gelar Rapat Bahas Kerusakan Hutan Lindung
Satu Jenazah Pendaki India ditemukan di Lereng Atas Gunung Everest
Hari-35, Misi Pendakian ke-44; Willem Sigar Menuju Gunung Kerinci



IP Anda Adalah: 54.224.100.134

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2852724)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (47031)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (43926)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33726)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (31990)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30858)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (30184)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (30173)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25649)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (25534)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (24356)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (22085)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20815)

Pecinta alam sebagai ekskul pembentukan karakter, Anies dukung eksistensi Sispala Jakarta

Peringati Hari Bumi, SEKBER PPA DIY Usung Tema Jogja Darurat Ruang Terbuka Hijau

Aksi Hari Bumi Pecinta Alam Bandung Raya

Mahasiswa asal Mataram Meninggal Saat Melakukan Pendakian di Gunung Rinjani

Siap Jadi Seven Summiter Wanita Pertama Indonesia, Dua Putri asal Bandung Tiba di Basecamp Everest

Atlet Metala UMS Raih Juara di Lomba Orienteering Aldakawanaseta Udinus Semarang

Fenomena Alam yang Tidak Biasa, Lapisan Es Muncul di Puncak Gunung Semeru

Pecinta Alam se-Yogyakarta Kompak Menggelar Latihan Bersama Navigasi Darat di Gunung Merapi

GLADIAN NASIONAL XIV Sumatera Barat Akan Dibuka Secara Resmi Oleh Presiden RI Oktober Mendatang

UPL MPA Unsoed Laksanakan Praktek Simulasi I Untuk Calon Atlet Ekspedisi Soedirman VII

Mabim LH Mapala Mahesa Observasi TPA Rawa Kucing

7 Hari Pencarian di Gunung Merbabu, Pendaki Slovakia Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Kalimenek

Dua Srikandi Indonesia Tiba di Nepal, Siap Bergerak Untuk Proses Aklimatisasi Menuju Everest