MapalaPTM.com

Portal Berita Petualang



Senin, 13 Juni 2016 - 11:00:50 WIB

Menteri Siti Lepas 40 Jalak Putih di Hutan Gunung Gede Pangrango

Kategori: Flora dan Fauna Diposting oleh : Cindy - Dibaca: 1367 kali



Jawa Barat, MapalaPTM.Com (13/6) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melepasliarkan 40 ekor burung jalak putih di Taman Safari Indonesia (TSI), yang menjadi kawasan hutan Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Pelepasan jalak putih itu adalah bagian perayaan Pekan Lingkungan Hidup Internasional.
 
"Kami dari tim KLHK juga sudah melepas 22 ekor burung jalak putih di hutan Papua, dan Alhamdulullah sekarang sudah bertelur, mudah-mudahan ini tetap terus berkembang biak dan dapat dilihat oleh anak cucu," kata Siti Nurbaya. 
 
Burung Jalak Putih adalah burung endemik di pulau jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Burung itu dilindungi Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta Undang-Undang No. 5 Tahun 1994 di mana burung jenis ini dinyatakan berstatus kritis (critically endangered) oleh IUCN. Keberadaannya semakin terancam oleh hilangnya habitat serta maraknya perburuan liar.
 
Menteri Siti mengatakan, Kementerian LHK bersama 37 lembaga konservasi aktif melakukan penegakan hukum, perlindungan habitat, dan peningkatan populasi satwa dilindungi. Siti memerintahkan Dirjen Gakum KLHK melakukan penegakan hukum dalam pelestarian hewan dan satwa langka.
 
"Kami berterimakasih karena respons masyarakat juga cukup baik dalam menyelamatkan berbagai satwa dilindungi. Setiap hari melaporkan adanya jual beli satwa liar. Kami masih perlu pengawasan dan dukungan masyarakat,” ujarnya.
 
Direktur TSI, Tony Sumampau mengatakan, area TSI memiliki kondisi alam yang masih terjaga sehingga sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan tinggal serta pakan setelah hewan dilepasliarkan. TSI juga mempunyai SDM yang memadai untuk menunjang keamanan satwa tersebut. 
 
"Saat ini keberadaan burung jalak putih di alam liar sudah punah, yang ada sekarang hanya burung dari penangkararan yang kami lepaskan," kata dia.
 
Sebelum pelepasliaran, TSI telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lima desa dari dua kecamatan serta institusi pendidikan di sekitar TSI. Tony melihat, peran masyarakat sekitar sangatlah penting terutama setelah Jalak Putih dilepasliarkan. “Sosialisasi ke institusi pendidikan untuk mengenalkan Jalak Putih sekaligus membangun awareness serta menanamkan rasa cinta terhadap satwa serta alam sejak usia dini,” kata dia
 
Dalam acara tersebut, Menteri LHK juga menyerahkan Orangutan dan Burung Paruh Bengkok ke lembaga konservasi, serta harimau sumatera Giring. Orangutan yang diserahkan merupakan hasil repatriasi dari Thailand yang tidak dapat dilepasliarkan karena sudah terlalu dewasa dan telah sering berinteraksi dengan manusia. "Setelah beberapa tahun mendapat perawatan di Thailand akhirnya bisa kembali ke Indonesia, kami bersyukur," kata dia.
 
Burung paruh bengkok yang diberikan kepada TSI merupakan hasil penyerahan masyarakat tidak dapat dilepasliarkan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. 
 
Giring, harimau sumatera dari Bengkulu, terpaksa dititipkan di Pusat Penyelamatan Harimau Sumatera di TSI karena konflik dengan penduduk sekitar. Kondisi kesehatannya saat ini tak memungkinkan Giring dilepas kembali ke alam bebas.
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber: Tempo
 
-Portal Berita Petualang-
#Twitter: @MapalaPTM
#Instagram: @MapalaPTM
#Fanspage @facebook: MapalaPTM.Com
#Hastag: #MapalaPTM
 
Jika para petualang, Backpacker, Pecinta Alam, Mapala, maupun Sispala yang hobby menulis tentang Kegiatan- kegiatan Organisasinya, petualangannya, kritik kerusakan lingkungan, Wisata Alam,  dan Artikle-nya ingin dimasukan ke Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com, Silahkan tulisannya kirim ke email: MapalaPTM@gmail.com atau inbox ke Fanspage MapalaPTM.Com yang di facebook. 

Kami juga akan membuatkan username akun penulis dan passwordnya di portal MapalaPTM.Com, agar para penulis bisa langsung memposting artiklenya sendiri ke portal berita petualang MapalaPTM.Com

Yuukkk Mari Menulis, Berbagi itu Indah...





Berita Terkait


80 Personel diturunkan Cari Pendaki Swiss Yang Masih Hilang di Semeru
Sebelum Hilang di Gunung Semeru, Lionel Mendaki Papandayan dan Merapi
Warganya Masih Hilang di Semeru, Kedubes Swiss Tawarkan Helikopter
Persiapan ke Himalaya, Kartini Mapagama UGM Berlatih Mendaki 4 Gunung
Kedubes Swiss Desak TNBTS Segera Temukan Warganya di Gunung Semeru



IP Anda Adalah: 54.90.237.148

Translate



Kategori



Gallery Foto


Dua Tokoh Petualangan di Indonesia
Yuni & Cahyo
Mila Ayu Haryanti - 7 Summiter Indonesia in 100 days
Mila Ayu H
Kang Bongkeng dan Portal Berita Petualang MapalaPTM.Com
Djukardi Bongkeng
APGI: Assosiasi Pemandu Gunung Indonesia
APGI
Vicky Gosal, Seorang tokoh petualangan di indonesia
Vicky Gosal
Tim Putri Seven Summit Indonesia "Wissemu" Mahitala Unpar, Bandung
Hilda & Fransisca



Sekilas Info

Mayor John Wesley P, Bpk Arung Jeram Dunia dgn pertama kali susuri Sungai Colorado sejauh 250 mil

Apakah Anda Tahu? Salah Satu Jalur Pendakian Termahal di Dunia yaitu di Gunung Carstenz, Papua

Berkemah di alam terbuka, mengasah kreatifitas anak & mampu hadapi tantangan utk selesaikan masalah

Green Boots adalah sebutan Mayat yg tdk teridentifikasi dan menjadi acuan arah ke puncak Gn Everest

Senyuman dpt menularkan kebahagiaan kpd orang lain, Senyum yg tulus bermanfaat dlm meraih kesuksesan

Pemandu pendaki gunung Nepal Appa Sherpa telah mendaki puncak Everest 18x

Semua pendaki Gn Everest dan tim pendukung wajib angkut sampah 8 kg ketika turun

Remaja masa kini lebih lancar berkomunikasi di sosial media, dibandingkan di kehidupan nyata

Sherpa di Nepal anjurkan makan bawang putih, Cegah rasa tidak nyaman krn ketinggian gunung

Pikiran positif Anda akan menuntun kehidupan Anda pada hasil yang positif

Penelitian Menemukan Seorg yg Cintai Lingkungan adlh yg lebih diinginkan u/ Hubungan Jangka panjang

Melamun terbukti mampu buat Seseorang lebih kreatif & merangsang otak memunculkan ide-ide kreatif

Cuaca buruk, Jangan Aktifkan Hp di atas gunung jika tak ingin tersambar petir

Masih Jomblo? Mau Cari Pasangan Hidup yg bisa diajak Berpetualang? Join Yukkk di Kolom Jomblo





video klip hasil karya musik dari musisi IWA K yang turut mendukung #WALHI (2824303)

Merinding, Baca Sms Terakhir Supriyadi Saat Nyasar di Gunung Semeru (46597)

Pendaki asal Jakarta Meninggal Dunia Saat Mendaki ke Puncak Gunung Tertinggi di Indonesia, Carstenz (42551)

Gunung Semeru Memakan Korban Lagi, Pendaki asal Depok Tewas di Kalimati pagi tadi (33280)

LOTENG Resmi Buka Jalur Baru Rinjani Terindah Terlandai & Terdekat (30416)

Cerita Unik Dan Menakutkan Dibalik keindahan Gunung Kerinci Jambi (30322)

Pendaki yang Hilang ditemukan telah Tewas Jatuh ke Jurang sedalam 150 Meter (29812)

Mapala itu Garda Terdepan di Setiap Bencana, Sistem Diksar Dibenahi & Bukan Mapalanya dibubarkan (29510)

Kronologis Meninggalnya Pendaki asal Depok di Kalimati Gunung Semeru (25175)

Pendakian Gunung Sindoro-Sumbing Terbaru Januari 2016 (24241)

Guider Mahasiswa UIN Jatuh Ke Dasar Goa Terdalam di Indonesia, Maros Sulsel (23983)

Kronologis Meninggalnya Ike Suseta Adelia Asal Palembang di Gunung Rinjani (21105)

Kronologi Hilangnya Pendaki asal Cirebon di Gunung Semeru (20414)

AOC II, Aldakawanaseta Universitas Dian Nuswantoro Semarang Kembali Menggelar Kejuaraan Orienteering

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang

Empat Pendaki Tersesat di Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang Akibat Kabut Tebal

Hobby Mendaki Gunung, Mahasiswi Cantik Asal Jogja Siap Taaruf Mencari Calon Imam

DIKDASLU KE- IX, MAPALU UM Sukabumi Lahirkan Angkatan Mutiara Api

Carstensz Pyramid, Tim 7 Summits Indonesia in 100 Days Sukses Gapai 7 Puncak Tertinggi Indonesia

Perlengkapan Wajib Tidak Dibawa, 2 Pendaki Gunung Panderman Tersesat

Gunung Agung Kembali Erupsi, Warga Senantiasa Waspada

ICC Gelar Indonesian Climber First Ascent Expedition Bumi Rafflesia, Bengkulu

Jalur Pendakian Gunung yang Resmi Ditutup, Update Januari 2018

Puncak Gunung Bukanlah Tujuan

Usus: Cara Pendaki Gunung Zaman Now Menanggapi Mitos

UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman Bersiap Mendaki Gunung Aconcagua, Argentina